Absolute.co.id, (Pohuwato) — Pimpinan Daerah (PD) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Pohuwato Masa Khidmat 2026–2031 resmi mengemban amanah baru. Pelantikan yang berlangsung khidmat di Masjid Agung Baiturrahim Kabupaten Pohuwato, Jumat (4/9/2026), dipimpin langsung oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Provinsi Gorontalo, Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd.
Acara sakral ini turut dihadiri oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, Wakil Bupati Iwan S. Adam, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Pohuwato, serta jajaran pengurus wilayah dan daerah yang hadir di masjid kebanggaan masyarakat Pohuwato tersebut.
Ketua DMI Kabupaten Pohuwato terlantik, Kasim Badu, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak, khususnya jajaran pemerintah daerah yang mendampingi proses konsolidasi hingga pelantikan.
Bersama pengurus baru, ia berkomitmen menjalankan roda organisasi secara optimal melalui saran-saran konstruktif demi mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan diridhai Allah SWT.
Sebagai langkah awal, agenda langsung dilanjutkan dengan pra-rapat kerja yang dipimpin oleh Prof. Nelson Pomalingo.
Langkah ini bertujuan menyelaraskan arah strategis program kerja DMI daerah agar sejalan dengan instruksi pimpinan pusat di bawah kepemimpinan H. Jusuf Kalla.
Dalam sambutannya, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga menyatakan komitmen dan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program kerja pengurus DMI yang baru.
Bupati menegaskan bahwa fungsi masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah dan spiritual, tetapi juga memiliki dimensi administratif yang kuat.
Pemerintah daerah bahkan menyiapkan langkah konkret melalui penganggaran dalam APBD Perubahan 2027 untuk pembangunan Sekretariat Dewan Masjid Kabupaten Pohuwato di kompleks Masjid Agung. Kantor baru ini direncanakan sekaligus sebagai pusat pendidikan keagamaan.
Selain itu, Bupati menargetkan agar kepengurusan DMI di tingkat kecamatan hingga desa sudah harus terbentuk secara berjenjang sebelum memasuki bulan Ramadan, guna menaungi sekitar 390 masjid dan musala yang tercatat di wilayah Pohuwato.
Sementara itu, Ketua PW DMI Provinsi Gorontalo, Prof. Nelson Pomalingo, dalam arahannya menekankan pentingnya optimalisasi peran masjid sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
“Kabupaten Pohuwato memiliki kurang lebih 390 masjid, sementara jumlah desa hanya sekitar 101. Ini berarti setiap desa rata-rata memiliki 3 hingga 4 masjid—sebuah potensi luar biasa jika dikelola dengan baik,” tegas Prof. Nelson.
Ia menggarisbawahi beberapa poin krusial untuk dikerjakan pengurus baru, di antaranya:
Merapikan legalitas tanah wakaf dan mendata seluruh masjid serta musala agar terlindungi secara hukum.
Membentuk kepengurusan aktif hingga tingkat takmir, majelis taklim, remaja masjid, dan asosiasi imam.
Mengembangkan fungsi masjid tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga mendirikan PAUD berbasis masjid, koperasi, hingga Baitul Mal wa Tamwil (BMT) guna memakmurkan jamaah.
Dengan pengorganisasian yang solid dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, kehadiran DMI diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan program pemerintah daerah dalam membangun nuansa religius di bumi Pohuwato.


