Absolute.co.id, (Pohuwato) — Tokoh masyarakat Kecamatan Marisa, Yusuf Mbuinga, angkat bicara terkait diamankannya seorang warga berinisial ARM oleh Polres Pohuwato pada Selasa (20/11/2025) atas dugaan aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Hutino.
Yusuf menilai langkah kepolisian tersebut tidak berjalan konsisten dan terkesan tebang pilih. Ia mempertanyakan alasan penindakan hanya menyasar individu tertentu, sementara aktivitas alat berat dan kegiatan pertambangan ilegal di berbagai titik di Kabupaten Pohuwato masih marak.
“Dengan banyaknya alat yang bekerja di Pohuwato, mengapa hanya orang tertentu saja yang diamankan? Ini membuat masyarakat bertanya-tanya apakah penegakan hukum benar-benar berjalan objektif,” tegas Yusuf.
Selain itu, Yusuf turut menyinggung kasus yang menjadi perhatian publik, yakni meninggalnya dua penambang di lokasi Bulangita yang disebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan milik FM. Ia menilai penanganan kasus tersebut oleh Polres Pohuwato berjalan sangat lambat.
“Sampai hari ini belum ada titik terang. Kinerja Polres terlihat jalan di tempat, tidak ada progres yang signifikan, termasuk penetapan tersangka terhadap FM,” ujarnya.
Yusuf menegaskan bahwa penegakan hukum harus diterapkan secara adil, menyeluruh, dan tidak memprioritaskan golongan tertentu. Menurutnya, ketidakadilan dalam proses penindakan justru berpotensi menimbulkan keresahan dan ketidakpercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
“Jika ingin menegakkan aturan, harus dilakukan merata tanpa tebang pilih. Jangan sampai penindakan hanya diarahkan pada pihak tertentu saja,” pungkasnya.



